Apa sajakah yang telah saudara-saudara semua telah dapatkan selma sekolah? Apakah tujuan dari sekolah itu sendiri? Dan apa bedanya sekolah dengan belajar?
Nah dari tiga pertanyaan di atas, mari kita koreksi diri kita masing-masing coba jawab menurut hati nurani kita masing-masing. Kita koreksi diri kita sebelum kita mengkoreksi orang lain. Ayo kita tela’ah pertanyaan di atas satu persatu:
Di era yang sedemikian moderenya menuntut kita khususnya bagi pelajar baik siswa maupun mahasiswa dan seluruh warga negara Indonesia pada umumnya. Untuk mampu mengimbangi setidaknya mengikuti arah perkebanganIPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Tekhonogi) yang begitu cepat perkembanganya.
Nah bagaimana cara kita mampu mengikuti perkembangan IPTEK seperti saat ini? Yah salah satunya yaitu dengan cara kita sekolah. Kita masuk sekolah atas dasar apa? Pastilah supaya kita pinter, cerdas, trampil dan tidak GAPTEK atau gagap tekhonlogi. Coba kita bercermin diri kita sendiri apakah dari dasar kita tadi telah kita raih? Apakah kita sudah pintar? apakah kita sudah pandai? dan apakah kita sudah tidak GAPTEK lagi? Atau malah sebaliknya?
Realita saat ini yang melanda dunia pendidikan di tanah air, beribu-ribu pelajar dari siswa sampai mahasiswa, dari tingkat TK sampaiPerguruan Tinggi, hampir semua elmen masyarakat telah mengenyam pendidikan. Terlebih pada saat ini pemerintah memberikan program sekolah WAJAR (Wajib Belajar 9 tahun) gratis. Ribuan Mahasiswa setiap tahunnya kelur dan luls dengan gelar Sarjana, berapa ribu Sarjana yang dilahirkan setiap tahunnya?
Mereka keluar dengan gelar dan sebutan masing-masing ada Sarjana Pertanian, Sarjana Peternakan, Sarjana Pendidikan dan masih banyak lagi Sarjana-sarjana lainnya. Apakah mereka setelah dinyatakan lulus dan mendapat gelar sarjana itu mampu menggunakan dan dimanfaatkan ilmu yang diraihnya?
Mari kita tengok di sekeliling kita, masih adakah Sarjana pengangguran?!! Banyak!!! Betul…………. Mengapa demikian? maukah kita (khususnya yang belum sarjana ataupun pelajar) hal serupa akan menimpa pada diri kita? Jelas tidak kan?
Itulah tadi sedikit gambaran yang benar-benr terjadi dan ada pada lingkungan kita. Mengapa mereka bisa menjadi yang sedemikian tadi?? Itu sebabnya mereka selama sekolah ataupun kuliyah belum menyadari tugas dan kewajibanya. Kebanyakan pelajar pada saat ini adalah kurangnya kesadaran dalam diri mereka apa sih tujuan mereka sekolah?
Yang mereka jalankan hanyalah itu tadi sekolah ataupun kuliyah. Dalam artian mereka berangkat sekolh berangkat kuliyah menerima pelajaran mengerjakan tugas dan setelah itu pulang tanpa membawa apa-apa. Tanpa mereka menyadari apa yang telah bapak dan ibu guru berikan telah dipahaminya atau tidak Uumpamakan saja mereka bagaikan kapas yang terterpa angin. Jika angin berhembus ke arah utara mereka pun ke utara dan seterusnya, seharusnya kan kapas itu tanggap mau dibawa kemana sikapas ini, jika arah yang dituju sesuai yang diharapkan nggak masalah. Jika arah yang di tuju ternyata tidak sesuai, bagaimana si kapas itu? Terbuang sia-sia dan tidak ada gunanya lagi kan?
Sekarang kita bedakan Sekolah tadi dengan yang namnya Belajr. Apakah setiap kita belajar harus di sekolah? dan sebaliknya apakah setiap yang sekolah tiu pasti belajr? Kedua hal tersebut sebenarnya satu rangkaina yang tidak bisa di pisahkan yang saling terkait satu sama lain. Hanya sajaterkadang kita yang salah memeknainya hingga keduanya bisa terpisahkan satu sama lain. DAn hasilnyapun begitu menyimpang.
Sekolah adalah sebuah medium ataupun wadah. Apa yang ada di dalam wadah t ersebut? Orang yang belajr? tapi coba kita lihat saat ini, apakah wadah tadi telah terisikan sesuai dengan isinya? apakah di sekolahan semua anaknya belajr? TIDAK!!!!
Sekarang belajar, benarkah kita belajr harus di sekolahan? Tidak juga kan? dimana saja kita bisa belajar dan mendapatkan ilmu dari molai hal terkecil sekalipun. Yang namanya belajr itukan dari yang tidak tahu menjadi tahu dari yang tidak bisa akan menjadi bisa. Apakah hal demikian tadi harus terbatasi ruang dan waktu?
Nyatanya sekarang ini banyak orang yang bukan lulusan dari Universitas terkemuka bahkan tidak pernah kuliyah sekalipun, tapi kemampuanya lebih dari yang kuliyah bahkan Sarjana. Seperti yang saya jumpai saat ini, saya belajr sekaligus kerja di sebuah WARNET yang ada di sekitar kampungku. Yang punya warnet itu hebat, dari aplikasi, reparasi, dan hal-hal yang ada kaitanya dengan komputer dan internet baik software atupun hardware. Tidak jarang mahasiswa, guru, bahkan dosen pun belajr dan sering dengannya. Sayapun salut dan termotivasi dengannya. Ternyata sekolah itu tidak menjamin kita akan sukses dan sebaliknya tanpa sarjanapun bisa menjadi sukses.
Setelah saya telusuri, dan saya sering sering denganya dan ternyata semua itu ada kunci dan resepnya. Apa kunci dan resepnya? meskipun dia tidak kuliyah tapi dia selalu belajar, baik dari buku internet ataupun sumber lainya. Dan belajr ini ternyata luas kita hidupun ternyata butuh belajr, bagai mana carakita hidup bersosial masyarakat itupun ada ilmunya. Dan setelah saya simpulkan dari pemicaraanku terhadap beliau ternyata kuncinya yaitu: “Belajar, belajar dan terus belajar, pantang menyerah dan bersungguh-sungguh”.
Sekarang sudah taukan apa bedanya Sekolah dan Belajar? Intinya Belajr tidak terbatasi ruang dan waktu sedangkan Sekolah itu salah satu tempat untuk belajr. Sekolah bukanlah satu-satunya tempat untuk kita belajar.
Jika setiap pelajar telah sadar dan bersungguh-sungguh ingin merubahnya saya yakin tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, not think is imposible dan tidak ada lagi ceritanya Sarjana menjadi pengangguran, dan negri yang kita cintai ini tidak selamanya akan terpuruk dan tertinggal oleh negara-negara tetengga apalagi kekayaan yang kita miliki baik Sumber Daya Alamnya ataupun Budayanya, direbut dan diakui oleh negara lain jangan sampai hal itu terjadi lagi.
Dari sekarang marilah koreksi hal demikian tadi dari lingkungan terkecil, dari diri kita sendiri, keluarga dan lingkungan kita. Ayo wujidkan Indonesia berkembang dan maju rakyaatnya makmur santosa dan sejahtera.
Ingat !!!!!!!
Sekolah bukanlah satu-satunya tempat untuk kita belajr, tetapai belajr tidak harus di sekolah melainkan kita bisa belajar kapan pun dan dimanapun.



mari kita budayakan rasa ingin tahu dan jangan mudah puas tasa apa yang telah kita raih,,,,,,,,,, MERDEKA!!!!!!!!
[...] tidak rigi deach masukin putra-putri Anda di MA NU Nurul Huda selain ilmu umum yang dipentingkan dapi ilmu Agama juga sebagai prioritas utamanya juga. So, MA NU Nurul Huda [...]